Tampilkan postingan dengan label bbc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bbc. Tampilkan semua postingan

Keajaiban Kodok

Kodok bisa rasakan ancaman gempa

toad
Katak sangat peka dengan kemungkinan gempa bumi
Kodok diperkirakan mempunyai kepekaan untuk meraba kemungkinan terjadinya gempa dan mencari daerah aman sebelum gempa seismik melanda.
Bukti itu didapat dari sebuah koloni kodok di Italia yang ditinggal penghuninya tiga hari sebelum gempa menghantam L'Aquilla di Italia tahun 2009.
Bagaimana kodok tersebut mengetahui akan terjadinya gempa belum terungkap, tetapi kebanyakan pasangan kodok yang sedang memasuki musim kawin dan yang jantan melarikan diri dari daerah gempa.
Mereka bereaksi walau pusat gempa terletak 74 kilometer dari tempat mereka berada, demikian tulis para biolog di Journal of Zoology.
Diakui oleh para ilmuwan sangat sulit untuk secara objektif dan kuantitatif memahami reaksi binatang atas kegiatan sesimik, karena gempa sangat jarang terjadi dan susah ditebak.

Peka bahaya

Beberapa penelitian terhadap binatang yang sudah dijinakkan atau binatang piaraan sudah dilakukan, tetapi lebih susah untuk melakukannya kepada binatang liar.
Beberapa binatang yang dikenal memberikan reaksinya atas berbagai peristiwa yang akan terjadi adalah ikan, ular dan binatang pengerat. Namun mereka ini biasanya hanya bereaksi beberapa jam sebelumnya, bukan berhari-hari.
Dr Rachel Grant dari Universitas Terbuka di Milton Keynes, Inggris sedang meneliti kodok di Danau San Ruffino, Italia tengah.
Lima hari sebelum gempa terjadi, Rachel Grant melihat keanehan, jumlah kodok jantan di daerah yang menjadi koloni musim kawin kodok turun hingga 96 persen.
Ini sangat di luar kebiasaan karena kodok jantan biasanya akan tinggal jauh bahkan ketika musim kawin sudah usai.
Tiga hari kemudian kodok betina juga hilang total.
Baru kemudian gempa berkekuatan 6,3 pada skala Richter menghantam L'Aquila, 74 km dari Danau San Ruffino.
Bagaimana kodok-kodok tersebut mengetahui mara bahaya hingga sekarang masih merupakan tanda tanya.
Perkiraan sementara adalah bahwa mereka bisa membaca pertanda gempa dari gas yang dilepas bumi sebelum gempa terjadi maupun perubahan partikel udara.

Katak Berwarna Indah

KATAKWARNA WARNI
Katak berwarna, foto diambil 13 Juni 2011 dan diterbitkan Institut Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan
Katak betina dewasa yang ditemukan para peneliti di Penrissen, Sarawak
Tim ilmuwan menemukan katak berwarna yang terakhir kali dilihat oleh para peneliti Eropa di Sarawak tahun 1924.
Katak yang ditemukan di kawasan timur Sarawak, Malaysia itu disebut Borneon Rainbow Toad, katak berwarna Borneo.
Para pegiat konservasi sebelumnya khawatir katak jenis ini akan punah dan dimasukkan dalam daftar "10 jenis katak yang paling dicari."
Profesor Indranei Das dari Universitas Sarawak mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa tim peneliti menemukan tiga katak jenis itu di pepohonan di kawasan pegunungan bulan lalu.
Das mengatakan timnya pertama kali memutuskan untuk mencari jenis katak ini Agustus lalu namun tanpa hasil.

Lokasi temuan dirahasiakan

Katak berwarna baru ditemukan setelah timnya mencari di pegunungan Penrissen, kawasan yang jarang dijelajahi pada abad lalu.
"Alam dapat mengejutkan kami, pada saat kami hampir menyerah, khususnya karena level kepunahan (binatang) di dunia ini semakin meningkat," kata Robin Moore, pakar ampibi pada lembaga Konservasi Internasional.
Katak-katak berwarna ini ditemukan di tiga pohon terpisah dengan ukuran 5,1 cm dan terdiri dari dua katak dewasa, satu jantan, satu betina dan satu katak kecil.
Profesor Das menolak untuk mengungkap tempat pasti penemuan itu karena khawatir spesies tersebut akan menjadi sasaran perburuan ilegal.
Para peneliti akan meneliti lebih lanjut tentang katak berwarna ini serta binatang amfibi lain di Penrissen.
Para pegiat mengatakan banyak satwa liar di Sarawak dan Kalimantan terancam perburuan dan tergerusnya habitat akibat penebangan hutan, perkebunan dan pembangunan perumahan.

Katak Terkecil di Indonesia dan Dunia

Kodok terkecil di dunia
Habitat kodok terkecil di dunia ini di daun-daun gugur di hutan Papua Nugini.
Spesies katak terkecil di dunia dengan ukuran 7 mm telah ditemukan di Papua Nugini oleh tim ilmuwan.
Katak dengan nama latin, Paedophryne amauensis diperkirakan merupakan binatang vertebrata terkecil, kelompok yang mencakup mamalia, ikan, burung dan ampibi.
Sampai saat ini, binatang vertebrata terkecil yang pernah ditemukan adalah ikan.
Para peneliti juga menemukan spesies katak yang lebih besar dengan nama latin, Paedophryne swiftorum.
Dalam laporan di jurnal PLoS One, para ilmuwan yang berkantor di Amerika Serikat mengatakan ukuran kecil katak itu terkait erat dengan habitatnya di guguran daun-daun di hutan.

Sekilas tentang ampibi

Kodok
  • Ampibi pertama muncul sekitar 250 juta tahun lalu
  • Habitatnya di perairan dan juga darat
  • Terdapat di semua benua kecuali Antartika
  • Banyak yang mengalami metamorfose dari larva sampai dewasa
Katak-katak ini terkamuflase di antara daun-daun dan menyerupai serangga sehingga sulit untuk ditemukan.

Makan serangga super kecil

"Hutan Papua Nugini sangat bising pada malam hari dan kami mencoba untuk merekam suara katak di hutan," kata pemimpin peneliti Chris Austin dari Universitas Louisiana di Baton Rouge, Amerika Serikat.
"Kami mendekati sumber suara dan mulai mengamati daun-daun yang jatuh," kata Austin.
"Saat itu malam, dan binatang ini sangat kecil, sehingga yang kami lakukan adalah mengumpulkan sejumlah daun dan membawanya dengan plastik bening," tambahnya.
"Dan melalui plastik ini kami dapat melihat katak kecil ini melompat," katanya kepada BBC.
Katak-katak kecil ini di temukan di berbagai tempat di kawasan timur hutan Papua Nugini.
"Binatang ini tinggal di tumpukan daun dan makan serangga-serangga kecil yang tentunya jauh lebih kecil dibandingkan serangga yang biasa dimakan katak biasa," kata Austrin.
Selain hutan Papua Nugini, spesies ampibi juga pernah ditemukan di Madagaskar, khususnya di kawasan yang belum terjamah

Sutradara film kontroversial Innocence of Muslims.Di Hukum

Seorang pria AS yang berada di balik film anti-Muslim pemicu protes besar di Timur Tengah divonis satu tahun penjara karena pelanggaran pembebasan bersyarat.

Nakoula Basseley Nakoula dijatuhi hukuman oleh seorang hakim di California setelah ia mengaku bersalah atas empat pelanggaran sejak ia dihukum atas kasus penipuan pada 2010.
Berita terkait
Menteri tak menyesal tawarkan hadiah bagi pembunuh
Produser fim anti-Islam ditahan
Taliban ampuni menteri terkait film anti-Islam

Tidak ada satu pun dari pelanggaran itu terkait dengan isi film kontroversial, Innocence of Muslims.

Puluhan orang tewas di Timur Tengah dalam aksi unjuk rasa untuk memprotes film itu.

Hakim distrik AS Christina Snyder mengatakan Nakoula, 55, harus mendekam 12 bulan di penjara diikuti pengawasan selama empat tahun pasca pembebasannya.

Jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara selama dua tahun.
Larangan menggunakan internet

Setelah dijatuhi vonis pada 2010, Nakoula menjalani sebagian besar dari hukuman penjara 21 bulan karena menggunakan lebih dari selusin alias dan membuka 60 rekening bank untuk melakukan pemalsuan cek, kata jaksa.

Harian Los Angeles Times mengatakan saat ia di penjara, ia mempelajari Quran untuk mencari cara mengkritik Islam.

Pasca dibebaskan, ia dilarang menggunakan komputer atau internet selama lima tahun tanpa izin dari petugas pembebasan bersyaratnya.

Nakoula yang ditangkap September lalu, juga menggunakan nama alias Sam Bacile, Nicola Bacily dan Mark Basseley Yousseff dan ia diduga sebagai penganut Kristen Koptik keturunan Mesir.

Aparat AS mengatakan mereka yakin Nakoula adalah orang dibalik film kontroversial itu, tetapi tidak mengatakan apakah ia orang yang mempublikasikan film tersebut di internet.